Dari Forum KPP: Indonesia tidak butuh orang pintar semata, tapi butuh orang berkarakter

Di Indonesia sudah banyak orang yang pintar secara akademik. Para sarjana atau lulusan-lulusan sekolah, semuanya orang-orang pintar. Namun dewasa ini, Indonesia mengalami defisit keteladanan. Persoalan ini ditengarai terjadi karena lembaga-lembaga pendidikan formal yang ada di negeri ini hanya mementingkan pendidikan atau pembelajaran pada ranah kognitif, tidak menyambungkan antara pengetahuan dengan sikap. Oleh karena itu tak heran terjadi krisis keteladanan, krisis karakter. Krisis ini pun ditangkap oleh pemerintah Indonesia saat ini, sampai-sampai pada tanggal 6 September 2017 yang lalu Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 mengenai Penguatan Pendidikan Karakter, yang sekaligus membatalkan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang menuai banyak protes dari masyarakat.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) menurut Perpres ini adalah: “Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).”

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menjadi program Presiden Joko Widodo mengindikasikan bahwa ada masalah besar dalam sistem pendidikan kita dan kehidupan berbangsa dan bernegara kita, yakni masalah karakter. Masalah ini pula yang menjadi kegelisahan masyarakat dan muncul menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh para pegiat pendidikan anak usia dini di Kabupaten Demak yang tergabung dalam Komunitas Peduli PAUD (KPP) pada hari Selasa, 05 September 2017. Kali ini KPP mengadakan diskusi di Desa Tempuran, Kec. Demak, Kab. Demak. Diskusi dimulai pukul 10:30 WIB, bertempat di kediaman Kepala Desa Tempuran, dengan difasilitasi oleh Fasilitator dari Ananda Marga Universal Releaf Team (AMURT), yakni Suparmanto dan Ulil Albab.

Pada forum pertemuan ini didiskusikan tentang pentingnya membangun karakter seorang anak sejak usia dini dengan mediskusikan tentang pentingnya PAUD, kenapa anak kecil harus disekolahkan, kenapa di sekolah PAUD anak hanya bermain saja, serta kenapa di sekolah PAUD dilarang membaca, menulis, dan berhitung (Calistung). Pembangunan karakter bagi anak usia dini merupakan hal yang sangat vital bagi masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Menanggapi hal ini, salah seorang peserta, Ibu Zulaekah, menyatakan dengan tegas, bahwa Indonesia tidak membutuhkan orang yang pintar secara kognitif semata, tapi yang dibutuhkan Indonesia adalah orang-orang yang berkarakter. Indonesia sudah cukup banyak memiliki orang pintar, namun defisit orang berkarakter kuat.

Sedangkan mengenai forum diskusi ini sendiri Ibu Zulaekah mengatakan bahwa, “Saya berterima kasih bisa bergabung di komunitas ini, karena bisa belajar bersama dan peserta bisa terlibat langsung dalam proses pelatihan. Berbeda dengan pertemuan yang biasa saya ikuti hanya datang, duduk, diam dan pulang.”

Related Post
0 Comments