Ibu Mustakul Jannah: Dari Parenting Saya Tahu Cara Mendidik Anak

Memilihkan tempat sekolah untuk anak bagi orang tua adalah hal yang sangat penting. Karena di tempat itu lah fondasi kehidupan dan sebagian masa depan anak sedang dipersiapkan. Terlebih usia dini dianggap sebagai fondasi paling penting dalam tahap perkembangan anak selanjutnya. Ibarat bangunan, jika tidak kuat fondasinya maka tidak akan kuat juga menahan berbagai guncangan badai, banjir dan gempa. Begitu juga yang dilakukan oleh Ibu Mustakul Jannnah dalam menyekolahkan anaknya yang masih di usia dini. Ibu Mustakul Jannnah, yang sehari-harinya akrab dipanggil dengan Bu Mus, mempercayakan pendidikan bagi anaknya di PAUD Ki Ageng Selo, Tambakrejo, Kaligawe, Kec. Gayamsari, Kota Semarang.

Ibu berusia 28 tahun ini menuturkan bahwa anak pertamanya, Regan, sudah mulai disekolahkan di PAUD Ki Ageng Selo sejak usia 3 tahun. Pada tahun ajaran 2017/2018 ini Regan sudah memasuki usia 7 tahun. Setelah tamat dari PAUD Ki Ageng Selo Regan melanjutkan jenjang ke Sekolah Dasar Negeri Tambak Rejo 1. Ibu Mus menuturkan dirinya sangat puas dengan pelayanan yang ada di PAUD Ki Ageng Selo. Menurutnya di dalam proses pembelajarannya selalu ramah dan sabar terhadap anak-anak.

Bu Mus kemudian menceritakan bagaimana awal sekolah yang dijalani Regan dulu kala. “Waktu awal Regan sekolah berusia 3 tahun, masuk dalam Kelompok Bermain. Pembelajaran cukup monoton setiap harinya. Hanya mewarnai, melukis dan bertepuk sambil bernyanyi,” ujar Bu Mus. Namun pada saat Regan memasuki usia 5 tahun dan masuk dalam kelompok TK A, Bu Mus melihat terjadinya perubahan yang cukup besar di sekolah anaknya tersebut, khususnya terkait model belajarnya. Saat itu anaknya lebih banyak bermain dari biasanya, dan dia pun mendapat kabar bahwa sekolah sedang menerapkan model belajar melalui bermain dengan pendekatan sentra. “Saya waktu itu bingung, apa itu belajar sambil bermain? Apa itu sentra?,” kata Bu Mus.

Kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan yang bergelayut di dalam diri Bu Mus ini akhirnya terjawab setelah beberapa waktu kemudian PAUD Ki Ageng Selo mengadakan program parenting. Di acara parenting tersebut dibahas mengenai pola pengasuhan anak, model pembelajaran anak, cara anak belajar, apa itu belajar melalui bermain bagi anak usia dini dan model sentra. “Dari program parenting itu akhirnya saya tahu bagaimana caranya mendidik anak yang benar serta pola asuh anak dan menambah ilmu dan wawasan saya. Saya sangat senang sekali dengan program parenting,” ujar Bu Mus dengan wajah ceria.

Selain parenting, Bu Mus juga menyampaikan bahwa dirinya sangat senang karena setiap anak di PAUD Ki Ageng Selo diberikan satu paket tas yang berisi 2 (dua) buku cerita. Buku cerita ini merupakan paket tas dan buku yang difasilitasi oleh AMURT melalui skema project “Reading Program”. Ibu Mus setiap hari membacakan buku cerita tersebut kepada anaknya, Regan. Biasanya dia membacakannya pada jam 08:00 malam sebelum tidur. Namun kalau dia tidak sempat membacakan buku karena dia harus membereskan dapur, maka suaminya lah yang membacakan buku cerita tersebut untuk Regan. Cerita dalam buku cukup beragam karena setiap minggu buku di-roling dengan judul yang berbeda. Menurut Bu Mus Reading Program ini selain melatih anak untuk belajar membaca, sangat lah membantu mengurangi anak bermain game lewat HP (hand phone). “Tanpa saya sadari dengan membacakan buku ke anak, Regan tau-tau sudah bisa membaca,” kata Bu Mus dengan senyum lebar.

Puas dengan hasil yang diperoleh anak pertamanya, Regan, kini Bu Mus pun menyekolahkan anak ke-2nya, Naya, di PAUD Ki Ageng Selo. “Di tahun ini saya menyekolahkan anak saya yang kedua yang bernama Naya juga saya sekolahkan di PAUD Ki Ageng Selo karena saya cukup puas dengan pelayanan dan fasilitas yang ada di PAUD,” ucapnya dengan mantap.

Related Post
0 Comments