Meluruskan Peran Pengasuhan Anak dalam Keluarga melalui Komunitas Peduli PAUD

Dalam keluarga yang ideal, kelengkapan pengasuh yaitu ayah dan ibu sangat penting perannya di dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Kehilangan salah satu ataupun keduanya pasti akan memiliki dampak. Dampak tersebut umumnya lebih banyak dampak tidak baiknya. Walaupun dampak tersebut memang bukan akhir dari segalanya.

Pandangan yang masih umum berkembang di masyarakat terkait pengasuhan anak yaitu mengasuh anak adalah tugas ibu, sedangkan ayah bertugas mencari nafkah. Peran ibu sendiri sering disebut peran domestik yang identik dengan 3M, yakni Macak (berdandan), Masak (memasak), dan Manak (beranak, melahirkan). Akan tetapi, teori pengasuhan yang paling baru menyebutkan bahwa kerja sama pengasuhan antara ibu dan ayah sangat penting bagi perkembangan anak. Artinya, ibu dan ayah memiliki peran yang sama untuk hadir dan terlibat dalam perkembangan anak.

Pada hari Selasa, 12 September 2017, Fasilitator AMURT Indonesia, Ulil Albab dan Julian Puthut N., berkesempatan untuk berdiskusi tentang peran pengasuhan dalam keluarga, khususnya peran ibu dan ayah bersama Komunitas Peduli PAUD (KPP) di Desa Poncoharjo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Di dalam diskusi ini para peserta membahas bagaimana relasi dan peran antara ayah dan ibu yang selama ini terjadi di masyarakat dengan mengambil titik berangkat dari pengalaman para peserta sendiri. Berangkat dari pengalaman yang dialami secara langsung ini kemudian dilakukan elaborasi bersama dengan melihat fakta-fakta dan mitos terkait fungsi pengasuhan anak yang telah berkembang selama ini.

Acara yang diselenggarakan di rumah salah satu anggota KPP ini pun berjalan dengan sangat baik. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Para peserta juga sangat terbuka dan tidak malu berbagi pengalamannya masing-masing dengan sesama peserta lain. Peserta merasa sangat senang dengan forum seperti ini, dan selanjutnya berharap bisa melakukan kerja sama yang lebih baik lagi dalam pengasuhan anak dalam keluarga. Hal ini seperti disampaikan oleh salah seorang peserta bernama Isruningsih, “Saya senang sekali bisa berdiskusi tentang pengasuhan ini, karena saya bisa curhat (curahan hati, mencurahkan isi hati—red) tentang apa yang saya lakukan di rumah bersama suami saya dalam mengasuh anak. Saya berharap ke depan bisa meningkatkan kerja sama pengasuhan anak dengan suami saya.”

Kegiatan diskusi KPP seperti ini merupakan forum rutin yang diselenggarakan oleh para anggota KPP dengan membahas topik-topik yang berhubungan dengan anak usia dini. Hal ini dilakukan dengan harapan untuk membangkitkan kesadaran serta kepedulian masyarakat tentang pentingnya pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Related Post
0 Comments