Pelatihan Gerak dan Lagu

Pada hari Selasa, 13 September 2016, AMURT Indonesia mengadakan pelatihan “Gerak dan Lagu” bagi pendidik dampingan AMURT yang berasal dari 49 lembaga yang tersebar di Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh 92 guru. AMURT menghadirkan Pak Benyamin Agus Candrawinata sebagai narasumber dalam pelatihan ini, yang juga merupakan Koordinator Sie Humas HIMPAUDI Jateng.

Mengapa harus gerak dan lagu? Pria bercucu satu ini mengatakan, bahwa model belajar membaca pada anak usia dini adalah melalui simbol. Sedangkan di dalam gerak dan lagu sangat sarat muatan simbolik. Melalui gerak dan lagu anak usia dini akan lebih mudah membaca simbol-simbol, seperti gerak atas, bawah, kanan, kiri, mengenal kosakata, dst. “Anak harus diajari secara benar dan dengan cara yang benar. Stop mengajari anak dengan model cermin!,” ujarnya. Menurutnya, gerak dan lagu merupakan sarana efektif sebagai media belajar dan mengembangkan kemampuan motorik anak-anak usia dini. Oleh karenanya, guru harus mampu berkreasi menciptakan variasi gerakan dan lagu bagi anak-anak, karena media ini merupakan sarana belajar yang efektif, murah, dan menyenangkan.

Gerakan-gerakan kinestetik, seperti senam, tari, dll. bagi anak PAUD jangan hanya seminggu sekali, tapi seharusnya setiap hari secara kontinyu dan kreatif. Pria yang sudah melalangbuana di berbagai pulau di Indonesia ini menyampaikan, bahwa permasalahan yang ditemukannya di Indonesia ini adalah mayoritas guru PAUD masih rendah kemampuan kinestetiknya, oleh karena itu di dalam pelatihan ini dia mencoba memberikan pancingan-pancingan untuk menggali kreativitas para guru PAUD melalui praktik membuat lagu dan gerakan.

Pada saat praktik, peserta pelatihan dibagi ke dalam 8 (delapan) kelompok. Masing-masing kelompok diminta bekerja sama berkreasi membuat lagu dan gerak atau tarian. Namun peserta dilarang keras meniru lagu, gerakan atau tarian yang sudah dicontohkan sebelumnya. “Pokoknya nggak boleh niru. Harus kreatif!,” ujar Pak Beny. Setelah selesai berdiskusi, masing-masing kelompok kemudian melakukan “pentas” gerak dan lagu karya kelompoknya. Sangat meriah. Peserta sangat antusias di dalam praktik menari dan berkreasi membuat lagu dan gerakan.

Salah seorang guru dari PAUD Bunda menyampaikan, meskipun sudah lama mengajar, namun dia belum pernah mengikuti pelatihan seperti ini. “Pelatihannya sangat menyenangkan. Saya menjadi mengerti bagaimana cara mengenalkan konsep-konsep melalui gerak dan lagu,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh pendidik PAUD Putra Bangsa, “Terus terang saya bukan lulusan PAUD, mas, sama sekali saya nggak tahu masalah pembelajaran PAUD, namun dengan adanya pelatihan dari AMURT ini, alhamdulillah menjadi banyak tahu, menjadi mengerti.” Bahkan bagi peserta yang sudah pernah mengikuti pelatihan yang sama dari Pak Beny juga menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat menarik. “Sangat menyenangkan pelatihannya. Meskipun sudah pernah mengikuti pelatihannya Pak Beny, namun pelatihannya makin menarik,” kata salah seorang peserta.

Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 13:00 itu pun diakhiri pukul 16:30 WIB. Saat disampaikan waktu sudah habis, banyak peserta yang bergumam dan ribut seolah-olah mereka tak mau selesai. “Lha, kok sudah selesai!,” ujar salah seorang peserta bernama Aisyah setengah berteriak.

Related Post
0 Comments