AMURT Ajak Para Guru PAUD Magang Sebagai Upaya Belajar Secara Konkret dan Practical

“Ternyata ruang yang tidak seberapa luas ini bisa disulap menjadi sekolah yang rapi dan menjalankan berbagai sentra. Mengapa tidak dari dulu ya tahu yang kayak gini. Kenapa gak terpikir ya melakukan yang kayak gini,” ujar Ibu Sukrini dari Padang Pariaman.

Ibu Rini adalah salah seorang fasilitator AMURT di Padang Pariaman yang saat ini bersama dengan 5 orang temannya sedang difasilitasi oleh Yayasan AMURT Indonesia untuk menjalani aktivitas magang selama 5 hari, 23-27 Oktober 2017, di PAUD Koronka, yaitu PAUD unggulan Kab. Semarang. Selain Ibu Rini dan kawan-kawan, melalui education consultant AMURT, Usha Chang, AMURT Indonesia juga mengajak Wahana Visi Indonesia (WVI) di Sulawesi Tengah untuk turut serta belajar melalui magang ini. WVI sendiri mengirimkan 8 orang untuk magang, terdiri dari unsur fasilitator WVI, pengawas TK/PAUD Kabupaten, Kepala Sekolah dan para guru.

Guru PAUD Koronka (paling kiri) memberikan penjelasan kepada peserta magang saat sesi evaluasi dan praktik pembuatan Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH), pada Kamis, 26 Oktober 2017 di PAUD Koronka, Kec. Bawen, Kab. Semarang.

Banyak hal baru yang mereka pelajari dari proses magang ini. Peserta mengaku, aktivitas magang ini merupakan aktivitas yang sangat konkret dan praktikal. Tidak hanya belajar secara abstrak, tetapi belajar melalui pengamatan langsung, lalu praktik langsung, baik mengajar maupun membuat dokumen perencanaan pembelajaran dan penilaian. “Saya sudah melakukan study banding ke berbagai tempat, tapi di sini lah saya mengerti model sentra yang sebenarnya. Biasanya saya hanya melihat ada tulisan sentra, tapi model pembelajarannya membuat saya bingung,” ujar Ibu Najmia H. Muhammadong, Pengawas TK/PAUD dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah saat berbincang dengan Staf AMURT.

Pengalaman yang konkret dan praktikal ini membuat para peserta yakin bisa mempraktikkan apa yang telah didapatkannya selama magang. “Sepulang dari Semarang ini nanti saya akan menyampaikan oleh-oleh berupa ilmu kepada para guru dan kepala sekolah di bawah binaan saya. Saya akan kumpulkan mereka, dan sampaikan apa yang saya dapat, lalu secara bertahap meminta mereka menerapkan di sekolah masing-masing. Saya akan merintis sekolah unggulan. Itu yang akan menjadi contoh nanti,” ujar Ibu Najmia menceritakan rencananya setelah pulang ke Sulawesi nanti.

Ibu Sukrini (tengah, berjilbab biru dan kacamata) dan Nopa Eriyanti (kanan belakang, berjilbab hijau) bersama teman-temannya ikut menirukan gerakan pada aktivitas Morning Circle di PAUD Koronka, Bawen, Kab. Semarang saat magang pada 23-27 Oktober 2017.

Nopa Eriyanti, fasilitator AMURT dari Padang Pariaman mengatakan dirinya mendapatkan inspirasi untuk menularkan apa yang didapatkannya selama menjalani magang dan menyampaikan rencananya sepulang dari magang. “Banyak ilmu, banyak pengalaman yang Nopa dapatkan di sini. Ini menjadi inspirasi bagi Nopa, dan juga teman-teman yang ke sini. Sepulang dari sini Nopa akan berbagi dengan teman-teman di Padang Pariaman sana. Nopa akan terapkan di sekolah Nopa, lalu kepada teman-teman lain,” ujar Nopa yang biasa memanggil namanya sendiri saat berbincang dengan orang lain ini.

Ibu Najmia H. Muhammadong (paling kiri), Pengawas TK/PAUD dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah saat mengikuti sesi diskusi siang dan praktik pembuatan dokumen RPPH setelah evaluasi praktik mengajar di PAUD Koronka, Bawen, Kab. Semarang 26 Oktober 2017.

Semangat dan keaktifan dalam belajar dan praktik para peserta magang ini sangat diapresiasi oleh Pengelola PAUD Koronka, Ibu Bernadetta Sugiyantini. Ia menyampaikan bahwa para peserta sangat bagus dan aktif dalam mengikuti semua proses selama magang. “Mereka sangat aktif dan selalu bertanya mengenai apa-apa yang tidak mereka mengerti. Tidak hanya di dalam proses diskusi resmi yang dilakukan selama magang, tetapi juga di luar waktu diskusi saat ada kesempatan berbincang dengan saya,” ujar ibu yang akrab dipanggil Bu Tini ini dengan senyum mengembang. “Pada malam hari mereka juga masih sanggup untuk mengikuti kelas malam dari jam 7 sampai jam 9,” tambahnya.

0 Comments