Bantuan Tsunami Aceh 2005-2007

Sekilas proyek yang diselesaikan pada tahun 2005-2007 di Aceh

  • Menyalurkan lebih dari 15,000 paket makanan, air dan obat-obatan.
  • Pembagian paket bantuan untuk bermukim kembali (resettlement kits) kepada 2500 keluarga.
  • Pembangunan dan perbaikan 42 pabrik batu bata kecil.
  • Pembangunan dua gedung panti asuhan.
  • Pembangunan dua gedung TK baru.
  • Perbaikan 2 gedung sekolah TK, 2 gedung SD, dan satu gedung panti asuhan.
  • Pembangunan 36 rumah baru.
  • Pembagian paket permainan (recreational kits) kepada lebih dari 3.000 anak.
  • 945 orang mendapatkan manfaat dari pelaksanaan kamp mata.
  • 334 petani pinggiran mendapatkan manfaat dari pelaksanaan proyek perusahaan rintisan pertanian.
  • Penyaluran bantuan mesin jahit kepada 130 wanita untuk pemulihan mata pencaharian mereka.
  • Penyediaan komputer dan akses internet untuk 900 siswa SMA.
  • Penyelenggaraan konseling, perawatan anak dan pelajaran bahasa Inggris di beberapa kamp/tempat penampungan para pengungsi.

Bantuan Bencana

Sesaat setelah terjadinya bencana, AMURT dan AMURTEL fokus dalam pemberian bantuan darurat kepada para korban. Pada tiga bulan pertama, kami mendistribusikan logistik senilai US$300,000 berupa bahan makanan dan barang-barang non-makanan, obat-obatan serta barang-barang recreational kepada ribuan korban di berbagai daerah di Aceh.

AMURTEL, organisasi wanita AMURT,  secara regular mengadakan kunjungan ke kamp-kamp pengungsian untuk berinteraksi dengan anak-anak. Pelajaran-pelajaran bahasa Inggris yang kami selenggarakan secara informal menjadi sangat populer dan kami sangat terkesan dengan semangat anak-anak tersebut belajar bahasa baru dan menatap masa depan.

Sukarelawan AMURTEL juga memberikan konseling kepada mereka yang telah kehilangan anggota keluarga, rumah, sumber penghidupan dan segalanya! Menghadapi kenyataan seperti ini memang tidak mudah, bahkan beberapa dari kami tidak dapat menahan air mata dan akhirnya menangis bersama mereka.

Rehabilitasi

Dari kegiatan ini, kami mulai menyadari apa yang menjadi kebutuhan para korban di dalam memperbaiki dan menata kembali kehidupan mereka. Pendidikan merupakan salah satu prioritas. AMURT dan AMURTEL kemudian menggalang dana untuk memperbaiki, merenovasi, dan membangun 6 gedung sekolah. Selain itu, juga membangun 36 rumah bagi keluarga yang rumahnya hilang akibat tsunami.

Mulai April 2005, AMURT bersama-sama dengan para korban membangun kembali kekuatan ekonomi lokal mereka, diawali dengan merehabilitasi pabrik batu bata di Neuheun. Kami sangat senang, akhirnya 42 tempat pembakaran batu bata berhasil direhabilitasi dan beroperasi kembali, dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi upaya pembangunan kembali Banda Aceh secara menyeluruh. Usaha mereka pun berkembang!

AMURTEL mendukung program usaha kecil wanita. Melalui “Program menjahit”, kami telah mendistribusikan 130 mesin jahit kepada 130 wanita penjahit (yang kehilangan peralatan mereka akibat tsunami) sehingga memungkinkan kepada mereka berpenghasilan lagi dengan menjahit seragam sekolah. Para wanita tersebut telah menjahit 3.920 seragam sekolah untuk segala usia, dari TK sampai SMA.

Melalui “Program membuat kue” AMURTEL memberikan peralatan dan bahan-bahan kue kepada 40 wanita dari dua barak pemukiman kembali. Program ini dimulai tepat di saat permintaan kue untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan mencapai puncaknya. Setelah mendapatkan keuntungan dari penjualan kue-kuenya, para wanita tersebut mengembalikan modal yang dipinjamnya dengan mengangsur secara berkala (lima bulanan) dalam bentuk kue, di mana kue-kue tersebut kemudian oleh AMURTEL didistribusikan secara gratis kepada anak yatim piatu, orang cacat dan orang tua.

Di Meulaboh, AMURT bekerja sama dengan Sun Spirit, sebuah LSM yang berbasis di Jakarta, untuk mengerjakan proyek pertanian organik pertama di Aceh. Ada 240 petani yang terlibat di dalam mempelajari teknik-teknik pertanian organik, seperti pembuatan kompos dari daun dan produksi pupuk, pestisida serta insektisida. Sebagian besar hasil panen (seperti selada, bayam, wortel, kacang-kacangan, tomat) dikonsumsi sendiri, namun mereka berharap dapat menjualnya di kemudian hari. Karena saking terinspirasinya dengan program ini, salah seorang staf sampai berencana memberi nama putra pertamanya “Organik!”

Pembangunan

Dari Januari 2006 AMURT telah menyelesaikan beberapa proyek pembangunan besar yang memang sangat dibutuhkan. Fokus utamanya adalah bidang pendidikan, khususnya pembangunan gedung panti asuhan, gedung-gedung sekolah dan pondokan.

Kami juga berinvestasi dengan membuat program melek komputer bagi siswa SMA dalam rangka mengembangkan potensi masyarakat Aceh.

Proyek pembangunan AMURT yang terbesar adalah pembangunan Kompleks Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Jantho dengan anggaran USD700,000, yang dirancang menjadi sekolah model bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini terdiri dari 2 blok ruang kelas, sebuah unit lokasi asrama, ruang makan, aula serba guna, ruang administrasi, perpustakaan, ruang kerja, mushola dan perumahan guru. Seluruh kompleks dihubungkan oleh koridor dengan jalan landai serta kamar mandi yang ramah bagi pengguna kursi roda. Bahkan untuk mushola disediakan 2 jalan landai (satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan) sehingga kursi roda anak menjadi aman.

AMURT dan AMURTEL cecara keseluruhan telah merehabilitasi dan membangun 9 gedung sekolah dan 2 gedung panti asuhan dengan nilai total sebesar US$ 1,000,000. Pendanaan proyek ini berasal dari beberapa LSM Internasional besar dan kecil, termasuk dari cabang AMURT/AMURTEL di seluruh dunia.

Program Rintisan Perusahaan Pertanian

AMURT memutuskan memulai proyek pertanian di Pulau Nasi dan Pulau Breueh karena sangat sedikit bantuan di kedua pulau tersebut. Dua tahun setelah gempa dan tsunami di bulan Desember 2004, sebagian besar penduduk di kedua pulau yang terletak 15 km dan 20 km dari ujung utara Banda Aceh ini masih tinggal di tenda-tenda. Ladang yang rusak karena tsunami belum direhabilitasi dan penduduk desa tidak memiliki mata pencaharian.

Program ini memerlukan beberapa tahapan sosialisasi dan pendidikan bagi masyarakat, pemulihan tanah, bantuan peralatan dan benih, termasuk monitoring dan konsultasi. Tanaman yang ditanam diantaranya adalah pisang, kacang hijau, jagung, semangka, mentimun, kacang tanah, jahe, kedelai, cabai dan padi. Para ahli dari Departemen Pertanian Aceh diundang untuk memberikan pelatihan kepada para petani tentang teknik terbaru cara membajak tanah dan menanam, sedangkan para ahli dari LSM Sunspirit Indonesia mengajari para petani tentang bagaimana cara membuat kompos, insektisida dan pestisida organik, dan teknik pertanian organik. Secara keseluruhan ada 334 petani tergabing dalam program ini. Setelah itu kemudian disusul dengan penambahan program irigasi.

Keberhasilan yang gemilang dari proyek pertanian AMURT ini membuat para keluarga yang terlibat dalam proyek tersebut kemudian dapat hidup nyaman dari hasil pertaniannya, dengan penuh rasa bangga dan kepercayaan diri yang tinggi. Kegiatan ekonomi yang dihasilkan juga telah mampu menarik kembali semua warga dua pulau ini yang pernah diungsikan ke Aceh setelah terjadi tsunami.

Komunitas

Banyak korban tsunami menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap pelayanan yang kami berikan. Mereka tidak pernah membayangkan bagaimana penderitaan mereka diringankan oleh orang-orang asing dari berbagai penjuru dunia. Pada suatu kesempatan dua orang Eropa menyaksikan AMURT mengajak anak-anak dari tempat pengungsian berlibur ke pantai untuk yang pertama kalinya setelah terjadinya tsunami. Mereka sangat terkesan dengan hubungan dan keakraban yang kami jalin dengan teman-teman kecil kami. Inilah yang menjadi identitas bagi para sukarelawan dan pekerja AMURT dan AMURTEL dalam operasi ini: sebuah organisasi multinasional yang menjalankan berbagai program melalui people-to-people connection. Kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada staf Aceh kami yang telah menjadi bagian dari keluarga kami.

0 Comments