Bantulah Anak-Anak Bergerak, Maka Mereka Akan Belajar

Oleh: Genie F. Fendy | Editor: Haryono

“Bantulah anak bergerak, maka dia akan belajar!” Pesan ini disampaikan oleh international storyteller dari Taiwan, Mr Rutger Tamminga, dalam acara Kuliah Umum kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Semarang, 08 September 2017 lalu. Menurutnya, bergerak adalah dasar persiapan bagi anak-anak untuk belajar, dan bermain adalah cara yang baik untuk membuat anak bergerak.

Anak-anak akan belajar dari gerakan-gerakan yang dimainkannya sendiri, bersama dengan teman-temannya dan bersama guru-guru mereka. Jika permainan tersebut diiringi dengan musik atau nyanyian, maka akan membantu anak-anak untuk berkonsentrasi. Di samping itu, permainan juga bisa ditambah dengan pengenalan angka, bentuk dan warna, sehingga anak-anak bisa belajar tentang banyak hal lewat sebuah permainan.

Siswa-siswi PAUD bermain parasut pada moment pembukaan Festival Anak AMURT Indonesia, di Areal Pendopo Kabupaten Demak, 26 November 2017

Aspek sosial-emosional dan interaksi antara guru dan anak-anak adalah salah satu hal yang penting dalam belajar, oleh karena itu bermain adalah metode yang sangat baik.  Belajar sendiri bukan hanya tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan,  tetapi juga penjelajahan pribadi. Melalui permainan, anak-anak diberi kesempatan untuk menjelajahi lingkungan sekitar, benda-benda, orang-orang (guru, teman dan orang tua), tanaman, hewan, alat transportasi, serta profesi-profesi orang yang ada di sekitar mereka. Muaranya mereka akan menjelajah ke dalam diri mereka sendiri, mengenali kebaikan, kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki.

Dasar dari membuat cerita yang hidup adalah dengan gerakan. Untuk itu Mr. Tamminga mengawali kegiatan workshop bercerita dengan mengajarkan gerakan-gerakan terlebih dahulu sebelum menyusun sebuah cerita. Dia berpesan, “Buatlah cerita dari hati, seperti sebuah nyanyian dari dalam hati, sehingga menyentuh hati anak-anak.” Lebih lanjut, dalam workshop bercerita yang diadakan oleh AMURT bulan September 2017, Mr Tamminga mengatakan, “Jika Anda ingin anak-anak Anda menjadi pintar, berceritalah kepada mereka. Jika Anda ingin anak-anak menjadi lebih pintar, berceritalah lebih banyak kepada mereka!” Alasan-alasan inilah yang kemudian mendorong AMURT Indonesia untuk menyelenggarakan workshop bergerak dan bercerita dan Festival Anak AMURT Indonesia.

Festival Anak AMURT Indonesia

Pada tanggal 26 November 2017, bertempat di halaman kantor Bupati Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Yayasan AMURT Indonesia menggelar Festival Anak AMURT Indonesia. Peserta festival ini adalah anak-anak dari sekolah 46 PAUD dampingan AMURT di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang tumbuhnya kebiasaan membaca orang tua dan anak-anak agar terbangun budaya bercerita orang tua kepada anak, sehingga terjalin kerja sama yang baik antara orang tua dan anak. Di samping itu melalui Festival ini juga diharapkan lebih meningkatkan kesadaran orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang pentingnya PAUD dan peran strategis metode cerita dalam tumbuh kembang anak.

Siswa-siswi PAUD bermain parasut bersama orang tua dan guru pada moment pembukaan Festival Anak AMURT Indonesia, di Areal Pendopo Kabupaten Demak, 26 November 2017

Festival ini dibuka dengan permainan parasut massal oleh anak-anak, orang tua dan guru, di mana masing-masing dikelompokkan per area berdasarkan sekolah masing-masing. Sebagai pengiring kegiatan, panitia meminta relawan dari anak-anak untuk naik ke panggung dan bergantian menyanyikan lagu “Parasut”. Acara lalu dilanjutkan prosesi pembukaan dengan menggemakan yel-yel PAUD, kemudian laporan dari ketua panitia Festival, Julian Putut Nugrahanto. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Demak, H.M. Natsir, dan dilanjutkan dengan membuka acara secara resmi melalui prosesi pelepasan balon bersama anak-anak dan guru-guru. Setelah itu acara dilanjutkan dengan bermain parasut bersama-sama dari seluruh peserta festival dan seluruh tamu undangan.

Setelah pembukaan, para peserta kemudian berkunjung ke stand-stand yang sudah disiapkan. Untuk kelancaran acara, kepada para peserta festival yang akan berkunjung ke stand, oleh panitia sudah diberikan kartu kunjungan pada saat registrasi. Pada kartu tersebut terdapat urutan stand yang dikunjungi oleh peserta dan waktu berkunjung pada setiap stand. Panitia memberikan alarm dan petunjuk/instruksi jika waktu berkunjung sudah selesai. Jadi, ada peserta yang memulai kunjungan ke stand bebas, lalu ke stand 1, dst., dan ada juga peserta yang mulai dari stand 5 lalu ke stand bebas, dan selanjutnya hingga selesai. Panitia Stand memberi tanda pada kartu peserta yang sudah berkunjung.

Salah satu orang tua membacakan cerita kepada anaknya di event Lomba Bercerita dalam Festival Anak AMURT Indonesia di Pendopo Kabupaten Demak, 26 November 2017

Sementara itu, bagi peserta (orang tua) yang mewakili PAUD masing-masing untuk mengikuti lomba bercerita diminta menuju Stand Lomba Membacakan Cerita oleh orang tua yang bertempat di Pendopo Kabupaten. Lomba ini diikuti oleh 46 peserta dari perwakilan masing-masing sekolah dampingan AMURT.  Masing-masing peserta lomba mempersiapkan sendiri alat-alat dan bahan serta pakaian yang mendukung cerita yang mereka bawakan. Dewan Juri Lomba Bercerita ini adalah Endah Suryani, Diana Binantari dan Rumiyati dari PCP HIMPAUDI Kabupaten Demak dan Kota Semarang.

Pagelaran Stand Bercerita (Storytelling) dan Stand Bebas

Pada festival ini digelar 5 stand bercerita (storytelling) dengan berbagai macam aktivitas kreatif di dalamnya. Stand 1 bercerita mengenai dunia ikan dan menyajikan kreativitas keterampilan menghias gelas dengan plastisin. Pengelola stand ini adalah crew PCP AMURT, yaitu Solichatun, Eko Riyanti, Aditya dan Aminatul Jannah.

Stand 3 pada Festival Anak AMURT Indonesia, 26 Nov. 2017. Stand ini menyajikan cerita mengenai lingkungan hutan dan binatang-binatang di hutan, dan menyajikan keterampilan menghias tempat pensil yang terbuat dari paralon.

Stand 2 bercerita tentang “Si Cempluk Penjual Roti yang Jujur” yang disajikan menggunakan panggung boneka, dan disajikan kreativitas keterampilan membuat hiasan roti spesial. Stand ini dikelola oleh PCP AMURT yang terdiri dari Masudah, Herny Runjung, Ratna Suryani dan Wahyuni.

Stand 3 bercerita mengenai lingkungan hutan dan binatang-binatang di hutan, dan menyajikan keterampilan menghias tempat pensil yang terbuat dari paralon. Stand ini didekorasi sedemikian rupa sehingga seolah-olah anak-anak yang masuk seperti sedang dalam sebuah hutan. Stand ini dikelola oleh PCP AMURT yang terdiri dari Aslamah, Aliya, Shokifatus Sholikah, Iswatini dan Aprilia Chandra.

Stand 4 membawakan cerita tentang semut. Sedangkan proses kreatif yang disajikan adalah mewarnai gambar yang hasilnya bisa dibawa pulang. Penanggung jawab stand  ini adalah Vera, Dian Sofiana, Winda Riana, dan Lestari.

Adapun Stand 5 menyajikan Bercerita dengan tema Persahabatan Ulat dan Bunga Matahari. Stand ini juga berisi keterampilan menghias topi dengan cat air dan hasilnya bisa dibawa pulang. Pengelola stand ini adalah anggota PCP AMURT yang terdiri dari Yuli Hartutik, Zulianingsih, Munafiah dan Kustiana Dewi.

Suasana di Stand Bebas. Di stand ini para anak-anak bebas bermain, berkreasi dan bereksplorasi. Hasil kreativitas di stand ini boleh dibawa pulang.

Selain kelima stand tadi, dalam festival ini juga digelar Stand Bebas. Di Stand Bebas ini anak-anak bebas bermain dan berkreasi. Panitia menyediakan balon-balon untuk dihias, manik-manik, beraneka macam kertas, aneka pensil dengan segala perlengkapan dan peralatan yang mendukung. Stand ini dipersiapkan untuk memberi kesempatan kepada para pengunjung membuat kreasi sesuka mereka dengan bahan-bahan dan peralatan yang sudah disiapkan dan hasil karyanya boleh dibawa pulang. Tujuan dari stand ini adalah terjalin kerja sama antara anak dan orang tua dalam berkreasi. Stand ini dikomandoi Usha Chang bersama panitia dari guru-guru dampingan AMURT.

Ketua Yayasan AMURT Indonesia Bayu Laksma Pradana memberikan piala kepada para pemenang Lomba Bercerita pada Festival Anak AMURT Indonesia, 26 November 2017 di Areal Pendopo Kab. Demak

Festival ini ditutup oleh Ketua Yayasan AMURT Indonesia Bayu Laksma Pradana, dan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang hasil lomba membacakan cerita dan pemberian hadiah kepada para pemenang. Yang menjadi pemenang dalam lomba tersebut adalah sebagai berikut. Juara I perwakilan dari PAUD Abdurrahman Wahid dari Kec. Bonang. Juara II perwakilan dari PAUD Uswatun Hasanah, Kec. Bonang. Juara III perwakilan dari PAUD Mubarok Bolo, Kec. Demak. Juara Harapan I perwakilan dari PAUD Bina Sejahtera, Kec. Bonang. Juara Harapan II perwakilan dari PAUD Ceria, Kec. Mranggen. Juara Harapan III perwakilan dari PAUD Darul Iman, Kec. Genuk, Semarang. Penyerahan piala bagi pemenang juara 1, 2 dan 3 dilakukan oleh Ketua Yayasan AMURT Indonesia Bayu Laksa Pradana, sedangkan untuk juara harapan 1, 2 dan 3 piala diserahkan oleh sekretaris Yayasan AMURT Indonesia Sri Marpinjun.#

0 Comments