Di Balik Layar Project ”Alat Permainan Edukatif“ Guru PAUD Se-Kota Semarang & Demak

Oleh: Genie Fitriyadi Fendy

Ungkapan-ungkapan ini sebagai bentuk lain berbagi ceritera dari guru-guru tentang bagaimana “guru-guru PAUD “ berjuang melawan keterbatasan mereka akan minimnya kreatifitas,dukungan keluarga dan pemerintah serta masyarakat sekitar.  Mereka melakukannya semata-mata atas dasar kecintaan mereka kepada anak-anak yang akan menjadi pemegang masa depan bangsa dan negara. Mereka membuat Alat Permainan Edukatif (APE).

  1. Siti Miftahul Aliyah. ( PAUD Permata Ceria ). HIMPAUDI Karang Tengah. Judul APE: MAZE (mencari jejak)
Siti Miftahul Aliyah (PAUD Permata Ceria)

“ Sewaktu proses pembuatan sedang berlangsung, anak-anak sudah penasaran dan bertanya-tanya. “ bunda itu lagi buat apa? Bunda apa aku bisa ikut main?” Bundanya menjawab: “iya, nanti semua bisa ikut main tapi belum sekarang karena ini untuk ikut Lomba dulu ya?”. Pada saat uji coba alat permainannya banyak anak-anak yang nunggu giliran untuk ikut bermain, mereka penasaran ingin ikut bermain. Karena proses pembuatannya agak rumit jadi kami meminta tolong saudara yang bisa tukang dan bengkel untuk membantu proses penyelesaiannya. “

 

2.  Kiswatin (PAUD Bina Sejahtera). Judul APE: IKAN AJAIB PAUD Bina Sejahtera ini memiliki prinsip: Sejahterakan gurunya, muridnya dan wali muridnya.

Kiswatin (PAUD Bina Sejahtera)

“ Proses pembuatan APE ini dilakukan bersama dengan suami dan anak-anak di rumah. Suami dan anak-anak bertanya-tanya terus, ini untuk apa? Ini nanti bagaimana? Dan seterusnya menjadi dasar proses membuat alat permainan yang diberi judul Ikan ajaib. Suami dan anak-anak juga membantu mengecat dan menyelesaikan APE ini.”

 

3. Nafisalitul Uliyah ( PAUD Permata Ceria ).  Karang Tengah. Judul APE: Lingkaran bentuk dan warna

Nafisalitul Uliyah (PAUD Permata Ceria)

 “ Waktu itu diseneni pak Tukang, katanya: Sing ora-ora wae, mending urus anak e dewa malah penak. Jawabannya: Ini juga untuk anak-anak pak!” ……

 

 

4. Munimah ( Paud  Kartika Sari 3 ). Judul APE: Marvel Pintar.

Munimah (Paud Kartika Sari 3)

“ Ide membuat alat permainan “Marvel Pintar” ini karena anaknya senang menonton kartun Kereta si Thomas. Anaknya juga senang bermain dengan alat ini. Akhirnya berdiskusi dengan suami untuk menyempurnakan APEnya. Sedangkan untuk namanya cari-cari di internet. “

 

5. Wartini ( Paud PGRI 118). Judul APE: Tangga Air.

Wartini (Paud PGRI 118)

“ Ibu guru  sering disebut pemulung, karena mengumpulkan semua bahan-bahan bekas. Botol-botol, dos-dos snack dan apa saja dikumpulkan, jadi ketika ingin membuat alat permainan sudah punya bahan-bahannya. Seperti saat ingin membuat APE “tangga air” ini. 

 

 

 

6. Al Istiqomah ( PAUD Al Futuhat ). Judul APE: Kotak Kejutan

Al Istiqomah (PAUD Al Futuhat)

Kejutan yang dimaksud dari APE ini adalah dalam kotak ini ada kejutannya yaitu Gunung Meletus. Untuk membuat kejutan ini membutuhkan baking soda, padahal untuk mencari baking soda ini di kampung sangat sulit, tapi untung ada media sosial Whats App (WA). Jadi bisa menanyakan kepada teman-teman di WA. Akhirnya lewat WA ada teman yang menginformasikan kalo tetangganya ada yang jual baking soda.”

7. Mas’udah ( PAUD Latifah 4 ). Judul APE: Sudarmanda

Mas’udah (PAUD Latifah 4)

“ Dibilangin orang-orang: “ Guru PAUD koq kerjanya mengumpulkan kain-kain bekas!!!???”.

 

 

 

 

 

8. Ida Ismiyati ( PAUD Islam Permata Bangsa ). Judul APE: Engklek Wong.

Ida Ismiyati (PAUD Islam Permata Bangsa)

“ Sewaktu membuat dan mempraktekkan penggunaan APE ini, dibilangin orang-orang: “ Masa kecilnya kurang bahagia ya?”

9. Vera Yulistiani ( PAUD Islam Permata Bangsa ). Judul APE: Bintang A, Ba, Ta, Ku.

Vera Yulistiani (PAUD Islam Permata Bangsa)

“  Proses pembuatan APE ini membuat saya harus belajar bagaimana menyesuaikan alat ini untuk semua umur. Pada saat ingin diuji coba untuk dipermainkan oleh anak-anak, anak saya marah dan melarang anak-anak bermain dengan alasan ini punyaku. Ibuku yang membuat alat ini. Tapi setelah dibujuk akhirnya boleh dimainkan bersama. Hanya takutnya anak-anak menginjak-injak alat permainan ini sampai rusak, padahal lombanya masih beberapa hari lagi!”

 

 

 

10. Siti Munawarah ( PAUD Bintang 9 ). Judul APE: Almari Kata.

Siti Munawarah (PAUD Bintang 9)

“ Pengerjaan APE ini saya lakukan sembunyi-sembunyi, biasanya pada saat bapak tidak ada di rumah. Kalau bapak ada di rumah pengerjaan tidak dilakukan. Prinsipnya saya harus memisahkan mana pekerjaan yang harus diketahui suami dan mana yang tidak harus diketahui suami.

 

11. Wartini ( PAUD Islam Permata Bangsa ). Judul APE: Celengan Pintar.

Wartini (PAUD Islam Permata Bangsa)

“ Pada saat ujicoba, anak-anak tidak mau berhenti sampai akhirnya kartu-kartu soalnya rusak. Terpaksa harus membuat kartu-kartu soal yang baru karena lombanya belum dilaksanakan. Sedangkan untuk membuat anak-anak berhenti menguji coba, terpaksa kartu-kartunya diberikan kepada anak-anak untuk dibawa pulang.”

 

 

12. Herniati ( PAUD Bunda ). Judul APE: Panggung Binatang unik

Herniati (PAUD Bunda)

“ salah satu bahan pembuatan APE ini dari botol-botol bekas Yakult. Untuk mengumpulkan botol-botol ini dengan meminta anak-anak yang meminum Yakult untuk membawa ke sekolah dan menyerahkan kepada bundanya. Pada saat APE nya sudah jadi, anak-anak bertanya: “Bunda, ini botol-botol Yakult yang aku bawa ya?”….

 

 

 

13. Kurnia Nurfadilah ( PAUD Tunas Bangsa ), Judul APE: RUBANA=Rumah serba guna.

Kurnia Nurfadilah (PAUD Tunas Bangsa)

“ Sehari sebelum lomba APEnya dijadikan mainan anak-anak dan mereka tidak mau berhenti. Padahal takul kalo nanti APEnya rusak jadi gak bisa ikut lomba. Selain itu kalo rusak nanti suaminya yang bingung untuk memperbaiki!”

14.  Ratna Suryani ( PAUD Cerai Anakku ). Judul APE: BOSE ( Box smart education )

Ratna Suryani (PAUD Cerai Anakku)

“ Karena proses pembuatan APE ini cukup sulit, jadi saya   harus menerangkan kepada tukang supaya hasilnya sesuai keinginan saya. Tapi untuk pengecatan saya melakukan sendiri. Hari ini saya ikut lomba suami saya protes, karena setiap tanggal merah selalu ada kegiatan dari AMURT. Suami saya bertanya: “ Kapan waktu kita untuk jalan-jalan?”..

 

0 Comments