Gerilya AMURT Indonesia Dalam Tanggap Darurat Pasca Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

AMURT Indonesia – Untuk ikut serta dalam tanggap darurat pasca gempa dan tsunami Palu-Donggala, AMURT indonesia pada 12 Oktober 2018 datang ke Palu, Sulawesi Tengah pasca Gempa dan Tsunami dengan memberikan Pelatihan guru PAUD dalam hal perlindungan anak, dukungan Psiko-Sosial (PSS), Pemulihan trauma dan Program CFS untuk sekolah. Harapannya dengan melakukan intervensi program ini, AMURT dapat memberdayakan guru dalam masa transisi dari keadaan darurat ke program sekolah reguler.

Amurt indonesia peduli PAUD
Nadia Rasheed Rabah dan Karl Johan Anderson

Team AMURT yang bertugas terdiri dari 4 orang yaitu I Gusti Putu Wati Hernawati/Didi Hari (Indonesia), Suparmanto (Indonesia), Nadia Rasheed rabah (Lebanon) dan Karl Johan Anderson/Dada Karl (Denmark).

Mereka bertugas untuk memberikan pelayanan pemulihan trauma kepada anak-anak di Palu yang terdampak bencana gempa dan tsunami.

Rata-rata penduduk yang terkena bencana bukan hanya membutuhkan bantuan logistik, namun juga memerlukan bantuan terapi pemulihan stres dan trauma, terlebih bagi anak-anak.

AMURT Indonesia peduli Palu
Team AMURT Indonesia mengajak anak-anak bermain

Dari aspek psikologis, anak-anak akan rentan gangguan psikis. Memori-memori traumatis saat bencana datang niscaya akan mengendap di alam bawah sadar mereka. Untuk itu terapi dengan bermain bersama akan sedikit demi sedikit mengurangi tekanan batin atau depresi yang mereka alami, karena terlalu lamanya mereka tinggal ditenda-tenda pengungsian.

Amurt indonesia peduli palu
Kegiatan anak-anak bermain bersama di tenda-tenda pengungsian

Ada beragam teknik permainan untuk mengatasi trauma anak, seperti bermain pasif, bermain aktif motorik halus, dan bermain aktif motorik kasar.

Bermain pasif contohnya mendengarkan dongeng, atau menyaksikan pertunjukan sulap. Sedangkan bermain aktif motorik misalnya dengan menari bersama, menyanyi, bermain theater dll.

Amurt indonesia peduli Palu

Tidak kalah pentingnya bagi para orang tua juga membutuhkan bantuan konseling untuk mengurangi tekanan stres dan beban mental yang mereka alami. Harta dan benda yang mereka miliki telah lenyap dan itu akan membuat mereka berpikir bagaimana kelanjutan masa depan anak-anak mereka.

Untuk itu dampak stres dan beban mental yang mereka alami juga perlu dikurangi dengan terapi trauma healing (pemulihan trauma).

Amurt indonesia peduli Palu

Dengan adanya dukungan seperti ini diharapkan mampu mengurangi trauma kepada anak-anak dan orang tua korban gempa dan tsunami di Palu agar sedikit meringankan beban psikologis. Dan harapan kami semoga kelak mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik seperti sedia kala.

0 Comments