Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana

Demak, NU Online

Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, LSM yang fokus di bidang pendidikan usia dini dan memberi pendampingan pengembangan PAUD, mengundang 201 guru PAUD se¬-Kabupaten Demak dan Kota Semarang, di Gedung Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkab Demak, Jumat (11/5).

Para guru tersebut mendapat apresiasi atas hasil karya mereka menciptakan alat permainan edukatif (APE). Setelah sebelumnya ratusan APE itu dipamerkan dan mendapat masukan dan komentar dari sesama guru PAUD, kali ini dilombakan dalam dua kategori, yakni Monofungsi dan Multifungsi.

Seluruh APE dibuat dari barang bekas seperti bekas botol minuman, kardus, kayu, anyaman bambu, ember, kayu, maupun dari daun kering. Praktis para guru PAUD membuat peralatan rumit itu tanpa dana sama sekali. Satu-satunya dukungan dana hanya dari uang stimulan Rp50 ribu bantuan dari AMURT Indonesia.

Manager AMURT Indonesia Haryono menyatakan, pihaknya telah mendampingi 48 PAUD dan 16 HIMPAUDI Kecamatan selama 3 bulan, Februari-April, dan mengumpulkan mereka dalam lomba tersebut untuk ajang silaturahim.

“Ini untuk silaturahim antarguru PAUD binaan AMURT dan guru-guru yang tergabung di HIMPAUDI di luar wilayah dampingan. Alhamdulillah yang hadir ratusan peserta,” katanya.

Rasa Senang, Semua Menang

Tim Juri yang berjumlah 10 orang, yang terdiri dari para akademisi dan praktisi PAUD Jawa Tengah menilai mereka dengan mengukur seberapa bagus, aman, mudah, dan bermanfaat untuk menunjang pendidikan anak-anak. Di tahap pertama dewan juri memilih 15 finalis. Lalu mereka diwawancarai, diminta mempraktikkan penggunaan APE, dan dicoba oleh juri. Hasil presentasi pembuat APE lantas dinilai untuk menentukan pemenang.

Hasilnya, tiga APE guru yang mewakili Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Karang Tengah, Demak, terpilih sebagai juara APE monofungsi. APE buatan si pemenang adalah rangkaian permainan out door yang terbuat dari ban motor bekas, anyaman bambu, tripleks, karung bekas, dan aneka bahan plastik dari limbah.

APE ini berguna melatih syaraf motorik anak-anak sekaligus mengenalkan tentang konsep antre, kerja sama, keseimbangan, kesabaran, dan motivasi mencapai tujuan secara disiplin. Karena anak yang memainkan APE ini akan mengikuti pola langkah, menyusuri lubang dengan merangkak, menerobos terowongan, memasang kertas pola, menaiki batok kelapa bertali, dan melempar bola. Semua harus dilakukan secara satu persatu, tidak boleh berdesak desakan atau berebut. Setiap ada yang berhasil akan bertepuk tangan dan tertawa gembira.

Juara berikutnya di katagori ini adalah APE buatan HIMPAUDI Gayamsari Kota Semarang, dan APE buatan Ida Ismiyati dari PAUD Islam Permata Bangsa Semarang. Adapun tiga juara katagori APE Multifungsi diraih oleh Wahyuni dari PAUD Darul Iman Semarang, HIMPAUDI Gajahmungkur Semarang, dan Ratna S dari PAUD Ceria Anakku Semarang.

Masing-masing juara mendapat hadiah uang dan piagam penghargaan. Sebanyak sembilan APE lain yang masuk final dinyatakan sebagai juara harapan dengan hadiah piagam penghargaan.

Anggota juri yang juga Ketua HIMPAUDI Jawa Tengah Dedy Andriyanto mengatakan, lomba APE tersebut sesungguhnya bukan kompetisi yang mempertandingkan para guru PAUD. Namun sebuah ajang berkumpul bersama dalam suasana dan semangat senang, dan semuanya adalah pemenang.

“Kita semua di sini senang. Gembira riang. PAUD itu serba senang. Semuanya menang,” ujarnya seraya mengajak menanyi yelyel PAUD.

Ia mengatakan, rerata peserta lomba telah membuat APE yang luar biasa bagus, sangat serius, dan dibuat dengan rasa cinta pada ilmu dan anak. Namun memang masih perlu ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi unsur pendidikan karakter anak-anak.

Menurutnya, mayoritas APE telah mengenalkan anak tentang huruf, angka, dan benda benda. Serta pengenalan pada diri sendiri, lingkungan terdekat, dan keseharian manusia. Yang perlu didorong adalah mengenalkan anak pada rasa syukur, keimanan, keinginan berbuat baik, tenggang rasa dan seterusnya.

Dedy menegaskan, segala energi guru untuk mengajar dan membuat APE, harus dicurahkan bukan hanya untuk membuat anak mampu membaca, menulis dan berhitung (Calistung), tetapi anak mampu Bermain, Cerita, Menyanyi (BCM).

“Ayo bernyanyi! Guru PAUD. Menyenangkan. Mencerdaskan. Siapa Itu. Aku, Yeee….,” yel-yel Dedy menutup sambutannya, disambut koor serempak hadirin sambil berdiri, lalu bertepuk tangan. Ramai dalam tawa bahagia. (Ichwan/Mahbib)

 

Source: http://www.nu.or.id/post/read/77929/hebatnya-guru-paud-ciptakan-ape-tanpa-dukungan-dana

0 Comments