Ibu Kholifatun: Menjadi Guru PAUD karena Panggilan Jiwa

Menekuni profesi atau pekerjaan apa pun pada dasarnya adalah pilihan. Pilihan tersebut tentu saja didasari oleh bermacam-macam alasan pula, mulai dari alasan ekonomi sampai alasan yang bersifat spiritual religius. Tak terkecuali pilihan menekuni profesi menjadi guru. Menjadi guru juga merupakan pilihan, dan masing-masing orang juga punya alasannya sendiri-sendiri atas pilihannya tersebut. Ada yang menjadi guru karena alasan tuntutan dari keluarga, ada yang karena motif ekonomi, ada yang karena panggilan jiwa untuk mengabdi kepada dunia pendidikan, bahkan ada yang karena alasan tidak punya pilihan lain lagi.

Dari sekian banyak alasan tersebut, alasan karena panggilan jiwa lah yang mendasari keinginan dari Ibu Kholifatun untuk menekuni profesi menjadi guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Bagi Ibu Kholifatun, menjadi guru PAUD adalah pilihan sadar sebagai jawaban atas panggilan jiwanya. Kecintaannya pada dunia anak-anak membawa dirinya berkeinginan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masa depan anak-anak. Ia pun menjatuhkan pilihannya pada dunia pendidikan anak usia dini, karena baginya dunia PAUD merupakan dunia yang penuh keceriaan dan sekaligus merupakan masa yang sangat menentukan bagi perkembangan anak-anak kelak di kemudian hari.

Ibu Kholifatun (kiri) bersama pengelola PAUD Sayang Anak Mranggen Demak, Lufi Zakiya (kanan) dalam acara parenting dan sosialisasi reading program AMURT, Oktober 2016.

Pada awal tahun 2012, Bu Kholif, demikian murid-muridnya memanggil, bergabung dengan PAUD Sayang Anak yang berlokasi di Desa Kalitengah, Kec. Mranggen, Kab. Demak. Menurut Pengelola PAUD Sayang Anak Ibu Lufi Zakiya, Bu Kholif adalah sosok pendidik yang berdedikasi tinggi dan sekaligus guru terlama di PAUD tersebut. Meskipun pendidikannya baru SMA, namun Bu Kholif memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan semangat belajar tinggi, kata pengelola PAUD Sayang Anak.

Kebulatan tekad Bu Kholif sendiri tidak terlepas dari dukungan dari keluarga, terutama suami. Ia menuturkan bahwa suaminya sangat mendukung jalan hidup yang dipilihnya untuk mengabdi di dunia PAUD. Saat dirinya hendak mengikuti program pendampingan guru AMURT yang jadwalnya cukup padat, suaminya pun mendukung secara penuh. Bagi Bu Kholif mengikuti program AMURT sendiri bukan pilihan yang mudah, selain karena dirinya tidak berani naik motor sendiri desanya pun tidak dijangkau oleh angkutan umum. Artinya kalau ia tidak mendapat tumpangan dari teman guru lain, maka dirinya pun terancam tidak bisa mengikuti kegiatan AMURT. Oleh karenanya dukungan dari suami ini sangat penting artinya bagi Bu Kholif, karena suaminya lah yang menjadi tumpuan dirinya ketika harus menghadiri kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh AMURT yang biasanya berlokasi di wilayah yang jauh dari tempat tinggalnya.

Ibu Kholifatun (berjilbab hitam) sedang menjalankan aktivitas pembelajaran di PAUD Sayang Anak Mranggen, 12 Januari 2017.

Dukungan dari suaminya ini bukan hanya basa-basi. Suaminya selalu siap sedia mengantarkan dirinya di mana pun lokasi kegiatan AMURT berada, meskipun sang suami juga bekerja dari pagi hingga sore hari. Seperti pada hari Kamis (20/10/2017) kemarin saat mengikuti pelatihan “Menjadi Guru yang Baik” yang diselenggarakan oleh AMURT di Gedung BKPP Karangtengah, Kab. Demak, ia pun diantar sang suami. Meskipun saat itu suaminya masuk kerja seperti biasa, namun sang suami meminta izin kepada atasan di tempat kerjanya dan rela menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 60-an kilo meter dari tempat kerjanya, kemudian menjemput istrinya di rumah, lalu mengantarkan ke tempat pelatihan, dan sore harinya menjemput istrinya kembali di tempat pelatihan selepas dia pulang kerja. Rutinitas semacam ini sudah dijalaninya selama dua tahun, selama mengikuti program AMURT.

Dari semua yang dijalani ini, Ibu Kholif hanya berharap apa yang dilakukannya mendapatkan ridha dari Allah Swt. “Saya sudah sangat mencintai PAUD, sudah memilih PAUD sebagai jalan mengabdi, semoga itu menjadi jalan mendapat ridha-Nya,” ujar Bu Kholif menutup pembicaraan.#