PCP AMURT HIMPAUDI: Menjangkau yang Belum Terjangkau

“Saya fokus pada teman-teman yang belum mendapat pelatihan. Yang belum dapat pelatihan saya kasih pelatihan gratis, saya kasih fasilitas. Selama ini yang dapat pelatihan ya itu-itu saja orangnya,” ujar Nur Wahidah, anggota PCP AMURT dari HIMPAUDI Kec. Wonosalam Demak, dalam forum Evaluasi Study Circle PCP AMURT di BKPP Kab. Demak, 04 Desember 2017. Nur Wahidah adalah satu dari tujuh orang Pengurus HIMPAUDI yang bergabung dengan project PCP AMURT yang mulai terjun di lapangan untuk menjalankan Study Circle pada pertengahan Oktober 2017 lalu.

Fokus Nur Wahidah ‘menggarap’ para guru PAUD yang ini belum tersentuh memang menggambarkan realitas yang tidak bisa dipungkiri. Di satu sisi, guru PAUD dianggap memiliki peran penting dalam menyiapkan masa depan anak bangsa, namun di sisi lain peran vital ini belum didukung oleh adanya aksesibilitas yang memadai terhadap sumber-sumber pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kapasitas mereka. Dalam mengisi kekosongan ini AMURT berinisiatif melibatkan para pengurus HIMPAUDI di berbagai level untuk bergabung menjadi peserta PCP (Pelatihan Calon Pelatih). Dengan bergabungnya mereka ini diharapkan para guru PAUD yang selama ini tidak tersentuh dan minim akses akan memiliki kesempatan yang sama dengan lainnya.

Kehadiran Study Circle untuk menjangkau para guru PAUD (non-dampingan AMURT) pun disambut dengan antusiasme tinggi. Nur Wahidah menceritakan, pertama kali ia menjalankan Study Circle diikuti 26 orang peserta dari 10 lembaga PAUD. “Tiap lembaga awalnya kami minta mengirim 2 orang saja, tetapi mereka yang hadir lebih dari 2 orang,” ujarnya. Di Kec. Wonosalam ia dan timnya sudah menjalankan Study Circle sebanyak empat kali, dan sebanyak itu pula dia merasa sangat senang dan mendapat sambutan sangat baik. Saking senangnya, pada pertemuan terakhir Nur Wahidah mentraktir makan bakso semua peserta Study Circle. “Saya senang bisa menyampaikan materi dengan baik dari awal sampai akhir. Pada pertemuan terakhir saya belikan bakso semua,” ungkapnya. Ia pun menyampaikan terima kasih banyak kepada AMURT yang telah memfasilitasi proses Study Circle. “Terima kasih banyak AMURT telah memfasilitasi kami semua,” ungkapnya.

Anggota PCP AMURT dari Pengurus HIMPAUDI Kab. Demak (dari kiri ke kanan), Uci Novianti, Zumrotus Sa’adah dan Endah Suryani, menyampaikan pengalamannya menjalani Study Circle, dalam forum Evaluasi Study Circle PCP di Gedung BKPP Kab. Demak, 04 Desember 2017.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota PCP AMURT dari HIMPAUDI Kab Demak, yaitu Zumrotus Sa’aadah, Uci Novianti, Endah Suryani. Mereka merasa senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama rekan guru mereka yang selama ini masih minim. Namun di balik sukses Study Circle yang telah diraih, ada banyak tantangan yang harus mereka hadapi. Salah satunya adalah masalah cuaca yang menjadi kendala hampir semua anggota PCP. “Kendala di cuaca, tiap kali SC (Study Circle) selalu hujan,” kata Zumrotus Sa’aadah. Bahkan, dia dan timnya harus sampai malam di lokasi Study Circle karena hujan deras tak kunjung reda. “Ini bulan-bulan penuh awan, banyak gluduk (guntur). Saat di Wedung, jam setengah tujuh malam kami baru keluar dari lokasi pelatihan,” ujarnya kepada para anggota PCP lainnya.

Selain cuaca, jumlah peserta Study Circle yang banyak ternyata juga memunculkan persoalan sendiri, khususnya masalah konsumsi peserta. Namun, melalui musyawarah antar lembaga yang mengikuti Study Circle tersebut, permasalahan ini bisa diatasi. “Kendala snack. Setelah musyawarah akhirnya tiap lembaga siap iuran atas nama lembaga untuk menyediakan snack dan makan siang. Untuk minum kami bikin sendiri, bawa sendiri, biar irit,” ujar Zumrotus Sa’aadah.

Anggota PCP AMURT dari HIMPAUDI Kec. Wonosalam, Demak Nur Wahidah (kanan) bersama Kepala Divisi Diklat AMURT Ni Made Kencani Ratih (kiri) dan Fasilitator Divisi Diklat AMURT Intan Furotul Aini (tengah), menyampaikan pengalamannya selama menjalani Study Circle, dalam forum Evaluasi Study Circle PCP di Gedung BKPP Kab. Demak, 04 Desember 2017.

Untuk menjangkau lebih banyak guru PAUD, Zumrotus Sa’aadah dan timnya memilih menyelenggarakan pertemuan dalam skala besar.  Selain itu, menurutnya jumlah peserta yang lebih besar lebih efektif dalam menerapkan modul. “Pertemuan kami lakukan dalam skala besar, jadi langsung pelatihan. Kalau SC kan jumlahnya kecil. Kalau jumlahnya besar modul cocok diterapkan,” jelasnya.

Anggota PCP dari HIMPAUDI Kab. Demak Uci Novianti menyatakan bahwa kunci keberhasilan mereka dalam melangsungkan Study Circle tersebut adalah pada kekompakan anggota tim, karena jika tim tidak kompak akan berpengaruh langsung kepada peserta. Ia menggambarkan kekompakan tersebut dengan robekan kertas yang dipilin menjadi gelang. “Ini tiga robekan kertas yang saya pilin menjadi gelang. Ini menggambarkan tiga orang anggota yang selalu kompak, karena ketidakkompakan tim akan ngefek ke peserta. Ini simbol kekompakan dan sekaligus simbol harapan kami supaya materi bisa berkumpul dalam satu lingkaran,” ujarnya disambut tepuk tangan teman-temannya.#