Pelatihan “Story Telling, Song and Movement”

Dalam rangka mendorong kreativitas para guru dan calon guru PAUD di dalam pengelolaan pembelajaran, pada hari Kamis-Jum’at, tanggal 3-4 November 2016, AMURT Indonesia mengadakan Pelatihan “Story Telling, Song and Movement,” yang berlokasi di Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dengan narasumber Rutger Tamminga, seorang Professional International Story Teller berkebangsaan Belanda yang saat ini menetap di Taiwan.

Pelatihan ini diselenggarakan AMURT Indonesia bekerjasama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan sekaligus sebagai realisasi Memorandum of Understanding (MoU) antara AMURT Indonesia dan UPGRIS. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan UPGRIS, M. Kristanto, S. Pd., M. Pd. Pihak UPGRIS sendiri mengikutsertakan mahasiswanya dari Jurusan Pendidikan Guru PAUD sebanyak 110 orang sebagai peserta. Adapun total peserta pelatihan ini berjumlah 350 orang, yaitu terdiri dari guru dampingan AMURT sebanyak 120 orang, Mahasiswa UPGRIS: 110 orang, HIMPAUDI Kota Semarang: 60 orang, dan HIMPAUDI Kab. Demak: 60 orang.

Di dalam pelatihannya ini, Mr. Rutger Tamminga memberikan seluruh pemaparan materi tentang teknik story telling, song and movement dengan menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, untuk memudahkan pemahaman peserta maka AMURT menyiapkan dua orang stafnya untuk menjadi interpreter bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, yaitu Didi Kiirti dan Didi Suboda.

Sebagai media utama story telling, Mr. Rutger Tamminga menggunakan media khusus yang terbuat dari kayu bernama Kamishibai, yaitu sebuah media bercerita yang sangat populer di Jepang. Selanjutnya peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk bekerjasama melakukan praktik langsung membuat cerita dari berbagai bahan. Peserta pelatihan kemudian mempraktikkan atau mendemonstrasikan salah satu teknik story telling dengan menggunakan Kamishibai. Di dalam pelatihan “Storytelling, Song and Movement,” instrumen utama yang dipakai adalah Kamishibai, sebuah media bercerita yang sangat populer di Jepang. Semua peserta diminta untuk membuat serangkaian cerita dan kemudian mendemonstrasikannya.