Perpisahan Akhir Tahun 2017 KPP AMURT: Perpisahan bukanlah Akhir

Program pendampingan dan pelatihan Komunitas Peduli PAUD (KPP) AMURT secara resmi berakhir pada penghujung tahun 2017. Meskipun demikian para anggota KPP masih ingin didampingi. “Ibu-ibu yang hanya dapat snack semangatnya luar biasa. Makanya AMURT jangan hanya sampai di sini,” ucap Muna Arofah, anggota KPP Desa Gebang Arum Bonang. Muna Arofah bersama 20 orang perwakilan dari 16 KPP beserta para fasilitator dan staf AMURT pada hari itu memang sedang berkumpul dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun KPP AMURT”, di RM Kalijaga Demak, 19 Desember 2017.


Perwakilan Komunitas Peduli PAUD (KPP) dari berbagai desa melakukan kilas balik perjalanan KPP sejak awal dibentuk dan berdiskusi bersama mengenai rencana masing-masing setelah AMURT tidak lagi mendampingi mereka, dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun KPP AMURT” di RM Kalijaga Demak, 19 Desember 2017.


Di dalam pertemuan ini para peserta melakukan kilas balik perjalanan KPP dan proyeksi kedepannya. Anggota KPP Desa Poncoharjo Bonang, Siti, bahkan setengah merajuk meminta agar AMURT memfasilitasi KPP lagi untuk mengadakan pelatihan bagi masyarakat desanya. “Sebenarnya pingin satu kali pertemuan lagi tentang perlindungan anak. Ngumpulin masyarakat, khususnya bapak-bapak, agar mereka tahu kalau anak-anak gak boleh dibentak. Bapak-bapak biasanya bentak anak,” ujarnya dengan penuh harap.

Kehadiran KPP sendiri memang dirasa menyenangkan dan membawa banyak manfaat. “Senang, happy-happy. Tahu mendidik anak. Bentak saja gak boleh apalagi kekerasan fisik. Kalau marah saya sekarang istighfar, tahan diri,” ujar Faizah dari KPP Sarirejo Kec. Guntur disambut tepuk tangan para peserta lain. Begitu juga Khamelia, anggota KPP Desa Kembangan Kec. Bonang, dia menyatakan, “Dari KPP kami bisa tahu tentang mendidik anak, mengetahui tentang gender, tentang lingkungan bersih.” Khamelia dan komunitasnya pun lantas berencana untuk terus menyampaikan ilmu yang didapatnya. “Rencana kedepan bisa menyampaikan ilmu bagi yang belum dapat,” tambahnya.

Anggota KPP Desa Kedondong Demak, Sumirah, juga menyatakan sangat terbantu dan berencana untuk terus mempromosikan pentingnya PAUD. “Sangat membantu karena menjadi tahu tentang cara mendidik anak usia dini. Kami rencananya nanti akan membantu bunda-bunda PAUD sosialisasi pentingnya PAUD kepada masyarakat yang belum tahu tentang PAUD akan pentingnya PAUD,” ujar Sumirah. Anggota KPP Desa Sidoharjo Kec. Guntur, Mudrikah juga ingin melakukan hal yang sama. “Mengajak masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di PAUD dan mensosialisasikan pentingnya PAUD,” ujarnya.

Perwakilan Komunitas Peduli PAUD (KPP) dari berbagai desa berfoto bersama dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun KPP AMURT” di RM Kalijaga Demak, 19 Desember 2017.

Bergabung dengan KPP juga diakui telah meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak. “Lebih peduli pada anak usia dini, terutama di lingkungan sendiri. Lalu mendekati anak dan orangtuanya untuk sekolah di PAUD,” kata anggota KPP Karangrejo Bonang, Umi Zahroh. Dia pun bertekad untuk tetap melanjutkan program-program KPP. “Akan selalu meneruskan program-program KPP, terutama di lingkungan sekitar, membina dan melindungi (anak –pen.) dari kekerasan,” lanjutnya. Anggota KPP Desa Sidoharjo, Kec. Guntur, Fathah, bahkan menyampaikan bahwa kehidupannya makin romantis setelah ikut KPP. “Makin romantis dengan suami. Kalau panggil sekarang pakai kata “Yang” (sayang –pen.),” ujarnya tersipu.

Bagi anak-anak sendiri, kegiatan KPP juga memiliki bekas yang positif, terbukti anak-anak masih mempraktikkan materi yang diberikan dalam kegiatan KPP. Hal ini diakui oleh Nuriyah, anggota KPP Desa Bakalrejo Guntur. “Anak didik sampai sekarang masih praktik cuci tangan,” ujar perempuan yang juga ketua HIMPAUDI Kec. Guntur tersebut.

0 Comments