Perpisahan Akhir Tahun 2017 dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT: Kami Tak Ingin Berpisah

“Awalnya nangis sedih, sekarang nangis seneng.” Itulah kalimat yang disampaikan Vera untuk mengungkapkan perasaannya selama bergabung dengan program AMURT, yang dia sampaikan dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT,” di Hotel Amantis Demak, 21 Desember 2017. Bagi Vera mengikuti program AMURT sekaligus menjadi pengalaman pertamanya dalam menapak perjalanan ke Ibu Kota Kabupatennya sendirian. “Sejak kenal AMURT, awal perjalanan saya ke Demak sendirian. Awalnya pesimis, tapi akhirnya bisa, demi ilmu. Saya tidak punya background ilmu ke-PAUD-an, tapi akhirnya dengan pelatihan-pelatihan AMURT, saya bisa,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Suasana pertemuan pada acara “Perpisahan Akhir Tahun dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT” di Hotel Amantis Demak, 21 Desember 2017

Tak sedikit guru yang ketagihan dengan program AMURT ini. Contohnya Aditya, pendidik PAUD Bina Kasih Bangsa. Dia mengaku bahwa kini dirinya telah ketagihan, meskipun pada awal-awal mengikuti AMURT merasa kesusahan mengatur waktu. “Kenal AMURT kesusahan atur waktu. Setelah beberapa waktu menjadi ketagihan ikut AMURT. AMURT telah mengisi kekosongan kami. Mampu meningkatkan KBM lembaga. Kami tidak sangka AMURT begitu banyak bermanfaat. Saya sendiri belum kuliah, jadi dengan adanya AMURT saya mendapat banyak materi pelajaran,” ujarnya penuh semangat.

Salah seorang peserta menyampaikan kilas balik bersama AMURT dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT” di Hotel Amantis Demak, 21 Desember 2017. Tempelan-tempelan kertas plano di belakang peserta berdiri merupakan hasil diskusi mengenai kilas balik perjalanan bersama AMURT.

Aslamah, pendidik dan sekaligus pengelola PAUD Alkarimah di Kec. Karangtengah, Demak, menyatakan bahwa dirinya pun ketagihan mengikuti program AMURT. “Saat AMURT datang saya deg-degan. Setelah ikut pelatihan saya ketagihan, dapat banyak ilmu, dan saudara. AMURT seperti matahari, menyinari kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Selain itu, pengelola PAUD Kartika III Kec. Bonang juga menyatakan rasa kepincutnya kepada AMURT. “Pertama lembaga kami ikut AMURT saya cuek saja. Saat itu saya sendiri belum ikut. Karena ketinggalan, saya sebagai penyelenggara kepincut untuk ikut. Saya menyesal kok ketinggalan, akhirnya ikut juga dan makin kepincut,” ujarnya di hadapan ratusan peserta lain yang hadir.

Peraih nilai tertinggi untuk kategori lembaga terbaik versi Monev AMURT Akhir Tahun 2017 berfoto bersama Education Consultant AMURT Indonesia (paling kiri), CEO AMURT Indonesia (ke-2 dari kanan), Program Manager AMURT Indonesia (paling kanan) dan Kepala Divisi Diklat AMURT Indonesia (ke-3 dari kanan) dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT” di Hotel Amantis Demak, 21 Desember 2017.
Peraih juara kategori guru dengan peningkatan tertinggi versi Monev AMURT Akhir Tahun 2017 berfoto bersama Program Manager AMURT Indonesia (ke-2 dari kanan), Asisten CEO AMURT Indonesia (ke-3 dari kanan), Education Consultant AMURT Indonesia (ke-4 dari kanan) beserta fasilitator AMURT Indonesia dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT” di Hotel Amantis Demak, 21 Desember 2017.

 

 

 

 

 

 

Kebermanfaatan atas kehadiran AMURT ini juga dirasakan oleh Pendidik PAUD Al-Ma’un Demak, Anita. Kehadiran AMURT telah memungkinkan lembaganya menjalankan model pendidikan sentra. “Terima kasih AMURT. Dengan pelajaran dari AMURT kami bisa menjalankan sentra,” ujarnya sambil membungkukkan badan memberi hormat. Aditya, pendidik PAUD Bina Kasih Bangsa Bonang juga menyatakan bahwa kehadiran AMURT telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi diri dan lembaganya. “Kami tidak sangka AMURT begitu banyak bermanfaat. Mampu meningkatkan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar—red.) lembaga. Saya sendiri belum kuliah. Jadi dengan adanya AMURT saya mendapat banyak materi pelajaran,” ujarnya.

Peraih juara kategori lembaga dengan peningkatan tertinggi versi Monev AMURT Akhir Tahun 2017 berfoto bersama Program Manager AMURT Indonesia (paling kanan), Manager Networking, Communication, Research & Fundraising AMURT Indonesia (ke-2 dari kanan) beserta para fasilitator AMURT Indonesia dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT” di Hotel Amantis Demak, 21 Desember 2017.

Pengelola PAUD Nurul Jannah Mranggen, Zulianingsih juga menyampaikan hal senada. Hadirnya AMURT diakui telah memberikan semangat, dorongan dan pengalaman tersendiri bagi lembaganya. Zulianingsih tidak memungkiri bahwa pertama kenal AMURT banyak tanda tanya, namun makin hari tanda tanya tersebut terjawab setelah diadakan pelatihan-pelatihan oleh AMURT. “Pelatihan, BAPP, APE, Buku “Reading Program” semakin mensupport kami dan memacu semangat kami untuk lebih naik, lebih meningkat kualitas kami. Parenting telah membuat kami semakin dekat dengan orang tua murid. Setelah berjalan sekian lama, bersinarlah wajah-wajah kami seperti lampu,” ujar mantan Ketua HIMPAUDI Kecamatan Mijen, Demak ini dengan penuh semangat.

Peribahasa “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” mungkin menjadi ungkapan paling tepat untuk melukiskan suasana dalam pertemuan perpisahan akhir tahun ini. Setelah cinta, maka berpisah pun menjadi sesuatu yang berat. Itulah yang diungkapkan para guru dan pengelola dari sekolah dampingan AMURT. Zahra, pendidik PAUD Sutra Ungu Kec. Bonang mengatakan kesannya yang sangat mendalam dan tak ingin berpisah dengan AMURT. AMURT awalnya asing. Kami terbebani karena harus tepat waktu, disiplin, dll., Setelah ikut, waow sekali! Banyak teman, sangat senang. Kenapa kita berkumpul di sini ada kata perpisahan? AMURT sangat membantu lembaga kami,” ucapnya dengan agak terisak menahan tangis.

Sesi menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama, dipandu duet fasilitator dan guru dampingan AMURT, dalam acara “Perpisahan Akhir Tahun dan Review Program Lembaga Dampingan AMURT” di Hotel Amantis Demak, 21 Desember 2017.

Beda orang, terkadang beda cara berekspresi. Untuk mengekspresikan suasana hatinya, Nur Arifin menggambar sebuah mobil bermerk AMURT. “Ada kata perpisahan saja sangat sedih. Ini saya menggambar mobil merk AMURT dengan tulisan Jangan Tinggalkan Aku. AMURT sangat luar biasa, sangat mengena di lembaga,” ujar Penyelenggara PAUD Darunnajah Moro Demak ini.

Pertemuan ini sendiri dibuka oleh Program Manager AMURT Femilya Putri, dilanjutkan sambutan CEO AMURT I Gusti Putuwati Hernawati, lalu disambung dengan sesi evaluasi dan curah perasaan oleh Asisten CEO AMURT Genie F Fendy. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengumuman serta pembagian hadiah untuk para juara Monitoring dan Evaluasi Program AMURT di akhir tahun 2017. Selanjutnya, suasana haru penuh tangis dan air mata pun menyelimuti segenap peserta yang hadir pada saat pertemuan diakhiri dengan acara saling bersalaman dan maaf-memaafkan antar seluruh guru, pengelola PAUD dampingan AMURT dengan seluruh fasilitator dan staf AMURT.#