Respon Gempa di Yogyakarta 2006-2007

Proyek yang diselesaikan di Yogyakarta 2006-2007

  • Pembagian bantuan darurat kepada 2083 keluarga di 20 dusun, Provinsi D.I. Yogyakarta sesat setelah terjadinya gempa 27 Mei 2006.
  • Pembagian bantuan darurat dan barang-barang untuk perlindungan sementara kepada 1318 keluarga di 27 dusun di Ciamis, Propinsi Jawa Barat, segera setelah terjadinya gempa/tsunami tanggal 17 Juli.
  • Pembangunan 10 gedung SD sementara dengan bantuan dana dari KNH Jerman.
  • Pembangunan 7 gedung SD sementara dengan bantuan dana dari UNICEF (19 gedung lagi diselesaikan sebelum tanggal 1 Desember).
  • Pembagian bahan dasar belajar dan mengajar kepada 1254 anak di 10 sekolah dasar Provinsi D.I. Yogyakarta.
  • Penyelesaian 2 bulan program psikososial kepada 935 anak di 8 sekolah Provinsi D.I. Yogyakarta.
  • Penyediaan materi untuk renovasi restoran kecil anak-anak panti asuhan yang rusak karena gempa; memberikan pelatihan memasak dan layar cetak kepada 17 anak panti asuhan tersebut.
  • Kelas-kelas memasak, tari tradisional, kreativitas seni dan les privat diberikan kepada 90 anak ABK di dua sekolah luar biasa (SLB).

AMURT masuk ke Yogyakarta sesaat setelah terjadinya bencana gempa yang melanda daerah tersebut pada tanggal 27 Mei 2006 yang mengakibatkan 400.000 orang lebih dari kehilangan rumah. Untuk bantuan tahap awal, AMURT mendistribusikan paket bantuan darurat kepada 2083 keluarga di 20 dusun di Provinsi D.I. Yogyakarta.

Pada tahap rehabilitasi, AMURT fokus pada bidang pendidikan dan pengembangan paket darurat untuk membantu sekolah-sekolah yang terkena gempa. Paket tersebut terdiri dari empat elemen:

  1. Pembangunan gedung sekolah sementara dengan menggunakan bahan lokal.
  2. Rehabilitasi fasilitas toilet.
  3. Penyediaan bahan dasar belajar dan mengajar.
  4. Aktivitas penyembuhan trauma untuk anak-anak SD.

Di awal tahun 2008, AMURT telah membangun 60 gedung sekolah untuk UNICEF berdasarkan rancangan AMURT sendiri dengan menggunakan bambu dan bahan lokal lainnya. UNICEF sangat menyukai rancangan ini sehingga akhirnya mereka gunakan untuk rancangan 100 sekolah lainnya di daerah tersebut. Di banyak sekolah, kami menambahkan program penyembuhan untuk mengatasi trauma yang dialami anak-anak selama dan setelah gempa.

UNICEF senang dengan semua aspek kerja AMURT – penilaian kebutuhan, konsultasi dan komunikasi dengan target masyarakat penerima manfaat lokal dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, kepemilikan dan tanggung jawab, dan pengawasan serta konstruksi kerja – sehingga mengeluarkan Letter of Appreciation kepada AMURT di bulan Juni 2007.

AMURT juga membangun 10 gedung SD sementara dan tiga gedung TK permanen dengan dana yang disponsori oleh KinderNotHilfe (KNH). Hal ini diikuti oleh English Support Program di tiga lembaga TK.

Proyek lain yang diselesaikan AMURT di daerah Yogyakarta mencakup:

  • Pembagian persediaan bantuan darurat dan barang-barang perlindungan sementara kepada 1318 keluarga di 27 dusun di Ciamis, Provinsi Jawa Barat, sesaat setelah terjadinya gempa dan tsunami tanggal 17 Juli.
  • Pembagian bahan dasar belajar dan mengajar kepada 1254 anak di sekolah dasar Provinsi Yogyakarta.
  • Penyelesaian 2 bulan program psikososial kepada 935 anak di 8 sekolah Provinsi Yogyakarta.
  • Penyediaan materi untuk renovasi restoran kecil anak-anak panti asuhan yang rusak karena gempa; memberikan pelatihan memasak dan layar cetak kepada 17 anak panti asuhan tersebut.
  • Kelas-kelas memasak, tari tradisional, kreativitas seni dan les privat diberikan kepada 90 anak ABK di dua SLB (Sekolah Luar Biasa).
  • Pelatihan kesadaran akan kebersihan kepada 1600 anak sekolah di 10 sekolah dasar Provinsi Yogyakarta.
  • Lokakarya Pemeliharaan Sekolah Sementara kepada 59 sekolah dasar yang menerima gedung sekolah sementara dari AMURT dan mitra lainnya seperti UNICEF.
  • Program Pelatihan Guru kepada 25 guru TK di Kecamatan Gantiwarno, Kab. Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
0 Comments