Study Circle: Empowering Lembaga PAUD melalui Diaspora PCP

“Saya grogi dan bingung saat menjadi fasilitator di dalam Study Circle ini. Ini adalah pengalaman saya yang pertama kali,” ujar Ratna Suryani menceritakan pengalamannya menjadi fasilitator dalam study circle. “Tangan saya sampai berkeringat dan gemetar,” kata Dian Sofiana. Itulah yang dirasakan Ratna Suryani dan Dian Sofiana setelah menjalankan aktivitas Study Circle selama dua kali, di dua tempat (PAUD) yang berbeda.

Ratna Suryani dan Dian Sofiana adalah salah dua orang dari 31 anggota PCP AMURT (24 dari sekolah dampingan dan 7 HIMPAUDI) yang saat mulai diterjunkan untuk menjalankan Study Circle, sebagai bagian dari kelanjutan project pembuatan modul Kurikulum PAUD yang sebelumnya sudah di-workshop-kan dan dilakukan revisi. Awal minggu terakhir bulan Oktober 2017 para anggota PCP menggunakan modul tersebut sebagai pegangan dalam menyampaikan materi kepada para guru/pengelola di sekolah. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu guru dan pengelola dalam memahami apa itu Kurikulum PAUD 2013 secara lebih efektif dan aplikatif.

Ratna Suryani (kedua dari kanan) memberikan penjelasan tentang KTSP kepada para peserta Studi Circle di PAUD Permata Hati, Tempuran, Demak pada tanggal 23 Oktober 2017 dengan didampingi Fasilitator AMURT Julian Puthut N. (paling kanan, depan).

Ratna Suryani dan Dian Sofiana telah melakukan Study Circle dua kali, yaitu tanggal 23 Oktober 2017 bertempat di PAUD Permata Hati, Desa Tempuran, Kec. Demak, dan tanggal 25 Oktober 2017 bertempat di PAUD Al-Futuhat, Desa Prampelan, Kec. Sayung, Demak. Dalam kedua pertemuan ini para peserta sangat antusias mengikuti proses belajar yang membahas topik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD sebagai kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD. Para peserta menyampaikan bahwa mereka cukup senang dan terbantu dengan proses ini. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini, lebih jelas dalam memahami KTSP. Ada contoh nyata yang bisa kami jadikan sebagai rujukan,” kata Ibu Maslahah, pengelola PAUD Permata Hati.

Dian Sofiana (kanan) memberikan contoh pembuatan Program Semester berdasarkan Kurikulum PAUD tahun 2017 kepada para peserta Studi Circle di PAUD Permata Hati, Tempuran, Demak pada tanggal 23 Oktober 2017.

Selain modul sebagai bahan utama membahas materi KTSP, fasilitator juga membawa contoh KTSP lembaganya yang sudah dibuatnya. Bagi para peserta contoh yang dibuat sendiri oleh fasilitator ini sangat membantu proses memahami dan menyusun KTSP. “Saya sangat senang dengan proses ini. Saya bisa mendapat gambaran yang jelas. Fasilitator memberikan contoh nyata dokumen yang sudah dibuatnya sendiri di sekolahnya, sehingga saya dan teman-teman mendapatkan gambaran yang jelas,” Kata Bu Maslahah, pengelola PAUD Permata Hati. Hal senada juga disampaikan Evi, pengelola PAUD Al-Futuhat. Sebagai orang yang biasanya bergelut dengan dokumen dan sistem administrasi PAUD-nya ia merasakan banyak manfaat, menjadi punya gambaran dan contoh konkret tentang bagaimana menyiapkan dan menyusun dokumen KTSP. “Saya makin jelas mas, apalagi dikasih contoh nyata yang sudah dibuat oleh fasilitator,” ujarnya saat berbincang dengan Staf AMURT.

Peserta Study Circle di PAUD Al-Futuhat Prampelan, Sayung belajar membuat KTSP berdasarkan Kurikulum PAUD Tahun 2013, Rabu, 25 Oktober 2017.

Di balik itu semua, Tim PCP juga mengakui bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk perubahan situasi yang tak terduga. Karena tidak selamanya yang sudah direncanakan mengalami perjalanan mulus saat diimplementasikan, sehingga harus melakukan penyesuaian diri dengan baik. “Saya harus putar otak cari cara menyesuaikan diri dan cari cara agar materi mudah dipahami oleh peserta,” ujar Dian Sofiana. Namun mereka merasa senang karena usaha yang dilakukannya mendapat respon yang baik dari peserta. “Kami sangat senang apa yang telah kami berdua lakukan ada manfaatnya untuk para peserta study circle,” tambah Ratna.

 

0 Comments