Workshop PCP AMURT: Upaya Mendesain Modul Pelatihan Kurikulum PAUD yang Efektif dan Applicable

Kurikulum merupakan salah satu perangkat terpenting dalam pendidikan, tak terkecuali pendidikan anak usia dini. Pengalaman yang didapat oleh AMURT selama mendampingi guru PAUD di 48 lembaga di Kab. Demak dan Kota Semarang selama hampir 3 tahun, menemukan bahwa salah satu persoalan pokok yang banyak dihadapi oleh guru PAUD adalah persoalan kurikulum, baik terkait aspek pemahaman materi (content)-nya maupun implementasinya di dalam pembelajaran. Oleh karena itu AMURT kemudian berinisiatif membuat serangkaian ujicoba agar kurikulum ini menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan diimplementasikan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh AMURT beberapa bulan terakhir ini adalah mendesain modul-modul pelatihan Kurikulum PAUD tahun 2013.

Pembuatan modul ini dilakukan dengan membentuk tim khusus yang berasal dari para anggota PCP AMURT dengan disupervisi oleh Education Consultant AMURT Indonesia Usha Chang dan Manager Departemen Program AMURT Indonesia Femilya Putri. Setelah bekerja selama beberapa bulan modul-modul yang sudah dibuat tersebut kemudian di-workshop-kan selama tiga hari, 26-28 September 2017. Workshop ini diikuti oleh anggota 28 orang anggota PCP: 21 orang dari lembaga dampingan AMURT dan 7 orang dari lembaga non-dampingan AMURT yang berasal dari pengurus HIMPAUDI di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Education Consultant AMURT Indonesia Usha Chang dan Manager Department Program AMURT Indonesia Femilya Putri sedang memfasilitasi Workshop Pembuatan Modul Kurikulum PAUD

Workshop yang difasiltasi oleh Usha Chang dan Femilya Putri ini berlangsung sangat aktif dan interaktif. Di awal workshop Tim Pembuat modul menyampaikan tantangan dan pelajaran berharga yang mereka peroleh selama terlibat di dalam penyusunan modul. Tim pembuat modul menyampaikan bahwa melalui aktivitas tersebut mereka tidak hanya tertantang dalam memahami apa itu kurikulum, namun juga bagaimana mengekspresikannya dalam bentuk tulisan berupa modul yang bisa dipakai sebagai panduan pelatihan untuk memahamkan orang lain. Tidak hanya waktu, tapi juga tenaga dan pikiran mereka curahkan agar bisa membuat karya yang terbaik.

Kustiana Dewi, dari PAUD Roudhotul Hidayah menyampaikan bahwa membuat modul “Penilaian” merupakan tantangan yang berat. Namun dia mengakui bahwa akhirnya dia bisa memahami topik tersebut dengan baik setelah membuat modul ini. “Penilaian adalah barang yang jarang dijangkau, jarang dibahas. “Di sekolah biasanya NGAJI, Ngarang Biji (mengarang nilai), namun melalui proses ini saya akhirnya bisa memahami penilaian,” ujarnya kepada teman-temannya saat workshop.

Tim Pembuat Modul sedang berdiskusi dengan peserta PCP lain di dalam kelompok-kelompok kecil

Di dalam workshop ini Usha dan Femilya Putri membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan topik modul yang dibuat, yaitu kelompok KTSP, Prosem, RPPM, RPPH, dan Penilaian. Tim yang bertanggungjawab menyusun modul sesuai topik-topik tersebut kemudian mendiskusikan modul tersebut dengan para anggota PCP lain di dalam kelompok kecil hingga para anggota PCP yang tidak ikut membuat modul bisa memahami modul tersebut. Setelah satu kelompok selesai, selanjutnya berpindah ke kelompok lain dengan topik modul berbeda hingga semua bisa memahami keseluruhan modul. Tahap selanjutnya fasilitator workshop membagi tim untuk mempraktikkan modul yang sudah mereka pelajari tersebut. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok KTSP, Prosem, RPPM, RPPH dan penilaian, di mana masing-masing terdiri dari 3 sampai 4 orang. Setelah praktik para peserta mendapatkan feedback dari fasilitator, pendamping, dan penyusun modul.

Tim PCP sedang melakukan praktik ujicoba modul kurikulum PAUD di hadapan para peserta lain

Modul-modul ini nantinya akan dipakai oleh Tim PCP untuk memberikan pelatihan kepada para guru-guru dampingan AMURT yang lain. Sedangkan workshop ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang diberikan kepada para peserta PCP sebelum mereka terjun ke lapangan untuk mendampingi para guru/sekolah dan berkiprah di lingkungannya. Adapun follow-up dari workshop ini antara lain adalah melakukan penyempurnaan modul dan kemudian mengujicobanya di lapangan oleh Tim PCP. Dengan begitu, AMURT berharap Tim PCP ini nantinya bisa menjadi bagian dari solusi di dalam mengatasi masalah pemahaman dan implementasi kurikulum di PAUD.#

0 Comments